Minggu, 07 Oktober 2018
H I L A - ( NG )
Dan untuk ke tiga harinya aku tidak tidur, sebuah tanya besar dalam hidup setelah tertimpa sebuah masalah bertubi tubi, keluarga, cinta dan sahabat, di tangan kiriku sudah ku genggam sebuah tali untuk mengakhiri semuanya. Begitu lelahnya sebuah perjalanan hidup yang ku arungi dengan kedua telapak kaki, ku ikuti alunan hidupnya, ku jalani alur setapak jalan ini. aku aku kalah dalam peperangan hidup, iman ku lemah moralku hancur, akhlak ku berantakan. 3 hari tidak tidur, yang ada dalam pikiran hanya mati.. mati.. dan mati.. tak lama pintu bersuara dan aku beranjak berdiri sebelum aku buka pintu, aku lempar agar tidak ada yang mencurigai, apalagi air mata yang masih terlihat lebam seperti habis menangis. ketika ku buka pintu ternyata orang penting dalam hidupku, dia orang yang kucintai. tiba tiba dia menampar lalu menangis sambil berkata “Lemah !! tidak punya masa depan, tidak bertanggung jawab, bodoh !! sempit pemikiran hingga terlintas ingin mati, memang kamu tidak ingin menikah denganku, memang kau tidak ingin menaikan haji orang tuamu, bukankah itu impianmu ? katanya tidak mau mengecewakan sahabat sahabatmu, jika semuanya tau.. maka semuanya kecewa terhadapmu” aku hanya terdiam dan hanya diam sambil memandang wajahnya. dengan tamparan suaranya, se akan iblis yang merasukiku tadi lari ketakutan, pandangan dan pikiranku kembali terang, seperti aku dulu punya tuhan, sering beribadah dan sabar menghadapi apapun, ini baru masalah sepele masih banyak cobaan mengantri di hari hari akan datang, dan mungkin akan lebih berat lagi. dia menyadarkanku di hari ketiga aku lupa tuhan dan agamaku.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar