Seorang anak berjalan menyusuri jalan yang sunyi menuju stasiun kereta untuk kembali pulang ke desanya. Di perjalanan, sesekali ia bersiul keras dengan nada yang menusuk hati siapapun yang mendengarnya dan memecahkan kesunyian di kota kecil itu.
Langit kelihatan menghitam dan mulai meneteskan air matanya, pelangi segera menutup diri dan membukakan gerbang surga untuk anak itu. Sebelum gerbang surga melahap batin anak itu, ia berkata “Tidakkah kau bosan? Akankah kau terlahir kembali suatu saat nanti? Karena kereta yang akan membawamu pulang tidak akan pernah menjemputmu, mengapa kau masih mencari desa tempatmu menutup umur?”.